Friday, October 16, 2009

2010, Target Investasi Energi US$ 28 Miliar


VIVAnews - Pemerintah menargetkan investasi di sektor energi dan sumber daya mineral meningkat 56 persen pada 2010. Investasi di sektor itu diharapkan meningkat dari US$ 18 miliar menjadi US$ 28 miliar.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (MESDM) Purnomo Yusgiantoro mengatakan, rencana investasi 2010 ini terdiri dari sektor minyak dan gas sebesar US$ 15,415 miliar, sektor ketenagalistrikan US$ 10,146 miliar, dan pertambangan umum US$ 2,502 miliar.

Purnomo menjelaskan, sesungguhnya tahun ini pemerintah menargetkan investasi sebesar US$ 20 miliar, tetapi karena terjadi krisis global, target ini direvisi menjadi US$ 18 miliar.

Kendati demikian, pemerintah optimistis investasi di sektor energi terus meningkat dengan keluarnya Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara dan Undang-undang Nomor 9 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.

"Kedua aturan ini lebih menjamin kepastian berusaha," kata Purnomo di Jakarta, Jumat 16 Oktober 2009. "Apalagi, pemerintahan baru akan memberikan sinyal positif investasi di Indonesia."

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Mineral, Batu Bara, dan Panas Bumi, Departemen Energi, Bambang Setiawan mengatakan, peningkatan investasi pertambangan yang cukup besar berasal dari panas bumi, menyusul program percepatan pembangkit listrik 10.000 MW tahap kedua.

"Dalam waktu dekat, delegasi perusahaan besar dari India akan datang dan menjajaki investasi di Indonesia," ujarnya. "Ini mebuktikan iklim investasi di Indonesia masih menarik."

Untuk Pembangkit panas bumi akan dibangun 4.733 MW atau 48 persen dari total daya program percepatan 10.000 MW. Pembangunan pembangkit ini hingga 2014. Sedangkan untuk investasi panas bumi, selama 2010-2014 akan mencapai US$ 10,853 miliar.

Sesuai buku Kebijakan dan Strategi Sektor Energi 2010-2014 yang disusun Departemen Energi, target investasi pada 2014 akan mencapai US$ 34,548 miliar. Rencana investasi itu terdiri dari sektor migas US$ 19,19 miliar, ketenagalistrikan US$ 7,89 miliar, dan pertambangan umum US$ 7,468 miliar.

Secara rinci, target investasi sektor Energi pada 2011 adalah sebesar US$ 29,534 miliar yang terdiri dari sektor migas US$ 17,177 miliar , listrik US$ 9,28 miliar, dan tambang US$ 3,077 miliar.

Sedangkan pada 2012, proyeksi investasi Energi mencapai US$ 32,792 miliar, dan pada 2013 sebesar US$ 31,255 miliar.

hadi.suprapto@vivanews.com