Wednesday, November 18, 2009

Bisnis Transportasi Lesu!

Beberapa bulan terakhir ini kita sebagai jasa transportasi yang berderak dalam pendistribusi material proyek keberbagai daerah cukup merasakan dampak crisis global saat ini.

Oleh karena hal ini kita terus memutar market seefektip da seefesien mungkin untuk melewati tahun 2009 yang diprediksi oleh beberapa pihak banyaknya ketidak pastian sebagaimana salah satunya yang dliansir dari media elektronik berikut ini:
Berdasarkan pantauan Sofyan, miliaran dollar investasi baru tertahan karena kasus KPK, terutama di sektor infrastruktur. "Ini tak seberapa ketimbang momentum yang sudah hilang."

VIVAnews - Perseteruan KPK dengan kepolisian dan kejaksaan menyebabkan investor, baik dalam maupun luar negeri, cenderung menahan niatan investasi baru di Indonesia.

"Investor baru akan wait and see. Karena ini masalah duit, jadi perlu hati-hati," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan
Wanandi di suatu diskusi imbas kasus KPK terhadap investasi di Jakarta, Rabu, 18 November 2009.

Bagi investor, dia menambahkan, stabilitas politik, kepastian hukum, dan keamanan merupakan hal utama menjadi pertimbangan.

Berdasarkan pantauan Sofyan, miliaran dollar investasi baru tertahan karena kasus KPK, terutama di sektor infrastruktur.

"Tapi ini tak seberapa ketimbang momentum yang sudah hilang dan mengembalikan kepercayaan investor. This is a huge lost," kata dia.

Momentum yang dimaksud Sofyan yakni, keberhasilan Indonesia menjadi satu dari tiga negara yang dianggap surga investasi paska krisis, setelah China dan India.

Jalan keluarnya, Sofyan berseloroh, Presiden perlu belajar dari pengusaha Ciputra tentang kepemimpinan. "Mungkin Presiden harus belajar dari Ciputra tentang leadership, yang cepat memutuskan. Tidak bisa suruh orang lain, tapi harus putuskan sendiri," kata dia.

Bahkan, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Investasi dan Perhubungan Chris Kanter meminta Presiden untuk segera, seperti dalam istilah korporasi, melakukan restrukturisasi.

"Kalau kasus seperti ini terjadi di perusahaan saya, maka saya akan restrukturisasi. Tidak penting siapa yang salah, yang salah segera diganti, yang penting harus mengembalikan kepercayaan publik," ujar Chris.

heri.susanto@vivanews.com

Chris kanter juga mantan ketua umum dari Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Seluruh Indonesia (GAFEKSI). Dan menurut kami itulah seharusnya yang dilakukan pemerintah. Bravo


Powered by Telkomsel BlackBerry®