Monday, May 16, 2011

MINGGU, 15 MEI | 18:37 WIB

Setahun, Jalan di Kendal Rusak Parah

k9-11


KENDAL, KOMPAS.com - Jalan Weleri-Rowosari, Kendal-Magangan, Weleri-Gemuh, jalan tembus Ketapang-Patebon, Jalan Cepiring-Kangkung, Jalan Kendal-Kartika Jaya, dan Jalan Cepiring-Pidodo Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, rusak parah.

Kerusakan jalan pada ruas Weleri-Rowosari paling parah terdapat di Desa Rowosari dan Gempolsewu. Jalur tersebut berubah menjadi kubangan air saat diguyur hujan. Jalan berlubang sedalam 5-10 cm sangat membahayakan pengguna jalan pada malam hari.

Salah satu pengguna jalan Sobirin (34), warga Desa Sendangdawuhan mengaku nyaris terperosok ke jalan yang berlubang saat hujan mengguyur. Sebab dia tidak melihat jalan yang tergenang air hujan. Menurutnya, kerusakan jalan tersebut sudah hampir satu tahun belum diperbaiki. Padahal jalan tersebut sangat vital karena menjadi urat nadi perekonomian dan akses ke obyek wisata.

"Nelayan dan pengunjung obyek wisata agak terganggu dengan kerusakan jalan itu," ujar Sobirin, Minggu (15/5/2011).

Dia minta kerusakan jalan tersebut segera diperbaiki sebelum memakan korban. Para pengunjung obyek wisata dari luar daerah sering mengeluh ketika melintas di lokasi tersebut.

Kerusakan Jalan Kendal-Magangan juga dikeluhkan anggota DPRD Kartika Nursapto. Kartika menilai, kerusakan jalan tersebut sudah sangat parah. Ironisnya, Pemkab tidak merespons kerusakan itu. Pihaknya berencana menggelar aksi untuk menuntut Pemkab segera memperbaiki kerusakan jalan tersebut.

Jalan yang mengalami kerusakan membentang dari Dempelrejo-Magangan sepanjang sekitar 5 kilometer. "Masyarakat sudah banyak yang protes kenapa kerusakan jalan itu tidak segera diperbaiki," ujar Kartika yang juga anggota Komisi A.

Sementara itu Bupati Widya Kandi Susanti mengatakan tahun ini dana yang digunakan untuk memperbaiki kerusakan jalan dianggarkan Rp40 miliar. Diakui dana itu tidak cukup untuk memperbaiki seluruh kerusakan jalan di Kendal. Untuk memperbaiki seluruh kerusakan jalan, dana yang dibutuhkan mencapai Rp400 miliar.

"Kekurangannya nanti kita mintakan dana ke pemprov dan pemerintah pusat lewat dana alokasi khusus," ujar Widya.


K9-11


Sent from my mobile phone