Monday, June 13, 2011

SENIN, 13 JUNI | 13:31 WIB

Indonesia Sangat Prospektif, Sayang...

shutterstock


JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Utama PT BNI (Persero) Tbk, Gatot Suwondo, menyebutkan, umumnya investor asing melihat Indonesia sangat prospektif. Namun, ada sejumlah permasalahan yang mengganggu, salah satunya infrastruktur.

"Dari hasil talkshow kami, baik waktu right issue dan periodik. Itu pada umumnya, investor dari luar itu melihat Indonesia sangat prospektif. Cuma permasalahannya, istilah dagangnya, ada uang barangnya enggak ada," ungkap Gatot, dalam daily press briefing World Economic Forum on East Asia (WEF EA) 2011, di Jakarta, Senin (13/6/2011).

Menurut dia, BNI melihat ada tiga dasar infrastruktur yang perlu dibangun, yaitu transportasi, kelistrikan, dan telekomunikasi. "Khusus untuk listrik dan telekomunikasi, kemarin saya bicara dengan PLN Thailand. Di sana rupanya 70 persen suplai untuk pembangkit energi itu dari gas, dan coal sekitar 15 persen. Dan, gas mereka itu diambil dari Myanmar. Sedangkan, kita (Indonesia) itu abundant(melimpah—Red) sekali," tambahnya.

Untuk itu, ia menyebutkan Indonesia harus belajar dan berbicara dengan BUMN terkait hal itu.

Ia pun menyambut baik langkah pemerintah dengan menyelenggarakan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi (MP3EI), yang peluncurannya baru dilakukan baru-baru ini oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Selain itu, ia pun menyebutkan melalui forum WEF EA ini juga turut mendiskusikan ketiga dasar infrastruktur tersebut.


C05-11


Sent from my mobile phone