Wednesday, December 28, 2011

Bisnis.com PLN hemat Rp19,9 triliun dari tiga PLTU baru


Rabu, 28 Desember 2011 | 16:52 WIB

Irsad Sati

 

CILACAP: PT PLN menghemat biaya produksi arus listrik hingga Rp19,9 triliun per tahun dari operasi tiga pembangkit baru yang mulai beroperasi dengan total kapasitas 1.600 Megawatt.

 

Ketiga pembangkit di sistem jaringan Jawa dan Bali yang mulai beroperasi itu adalah PLTU Banten Suralaya berkapasitas 625 MW, PLTU Banten Lontar di Tangerang 315 MW dan PLTU Tanjung Jati B Ekspansi Unit 3 sebesar 660 MW.

 

Dirut PT PLN Nur Pamudji mengatakan penghematan tersebut dihitung dari selisih biaya harga energi primernya yang menggunakan batu bara dibandingkan dengan menggunakan BBM.

 

Dia menjelaskan PLTU I Banten Suralaya mengkosumsi batu bara 2,9 juta ton per tahun yang setara dengan 1,2 juta kilo liter BBM dengan memberikan penghematan Rp7,5 triliun.

 

PLTU 3 Banten Lontar memakai batu bara 1,4 juta ton per tahun atau setara dengan 1,7 juta liter dengan nilai penghematan Rp3,9 triliun.

 

PLTU Tanjung Jati B unit 3 mengkonsumsi 2,2 juta ton batubara atau setara dengan 1,3 juta kilo liter BBM dengan nilai penghematan Rp8,6 triliun.

 

"Ketiga pembangkit ini akan memperkuat pasokan listrik bagi sistem Jawa dan Bali," ujarnya dalam acara peresmian ketiga proyek tersebut bersama kilang minyak Cilacap oleh Presiden Yudhoyono di Cilacap, hari ini, Rabu, 28 Desember 2011.

 

Menurut dia, PLN akan terus meningkatkan porsi PLTU yang berbasis bahan bakar batu bara dalam sistem produksi ketenagalistrikan dengan target mencapai 65%.

 

Dalam hal ini, lanjutnya, pemilihan pembangkit berbasis batu bara karena melimpah cadangan batubara di tanah air dan relatif murah harganya dibandingkan dengan BBM.

 

PLTU Banten Suralaya dikembangkan oleh PT PLN dengan nilai investasi US$368 juta plus Rp1 triliun dengan dukungan kredit dari Bank Ekspor dan Impor China.

 

Sementara itu, PLTU 3 Banten dibangun dengan nilai investasi US$588 juta plus Rp2 triliun dengan fasilitas kredit dari Bank Of China dan Bank Bukopin.

 

Presiden Yudhoyono meresmikan operasi pembangkit unit I dari tiga unit yang dibangun.

 

"Dua unit lagi dalam tahap tes operasi dan direncanakan beroperasi pada kuartal pertama 2012," kata Dirut PLN.

 

PLTU Tanjung Jati B unit 3 dikembangkan oleh Sumitomo Corporation dengan mitranya, Wasa Mitra Engineering Joint Operation dengan nilai investasi 160 miliar yen.

 

Presiden Yudhoyono meminta manajemen PLN terus meningkatkan kehandalan pasokan listrik bagi Indonesia agar bisa mendukung pembangunan dan perekonomian nasional yang butuh pasokan energi dalam jumlah besar.

 

Dalam hal ini, lanjut Kepala Negara, PLN harus terus menggali semua sumber energi yang ada sehingga tidak bergantung pada satu jenis energi primer saja.

 

Presiden menyarankan agar perusahaan milik negara tersebut lebih optimal mencari sumber energi terbarukan, seperti panas bumi yang cadangannya sangat besar di Indonesia.

 

"PLN harus memikirkan sumber energi yang lebih ramah lingkungan. Kita memang butuh energi, tapi juga memiliki etika untuk mendapatkannya," katanya lagi. (ln)