Thursday, December 8, 2011

Proyek utama IMT-GT di Sumut diusulkan US$5,3 miliar

 

Bisnis.com

MEDAN: Pebisnis Sumatera mengusulkan pembangunan enam projek infrastruktur di Sumatera untuk dijadikan prioritas dalam kerjasama Indonesia Malaysia Thailand- Growth Triangle (IMT-GT) dengan total nilai investasi US$5,3 miliar.   

Infrastruktur yang diusulkan tersebut antara lain Bandara Kuala Namu, Pusat Industri Sungai Mangkei, Pelabuhan Kuala Langsa, Jalan Tol Banda Aceh-Kuala Simpang, JalanTol Kuala Namu- Tebing Tinggi dan Jalan Tol Medan –Binjai.

Chairperson HRD JBC IMT-GT Viator Butar-Butar, di sela-sela pertemuan IMT-GT, hari ini (Rabu, 7 Desember),  mengemukakan enam proyek itu membutuhkan investasi US$5,3 miliar. Dia mengharapkan sebesar 60% dari total dana itu akan disediakan dari pinjaman ADB.

Dari acara penutupan pertemuan IMT-GT, Erick Sidgwick dari Asian Development Bank (ADB), menjelaskan pihaknya akan memprioritaskan pendanaan proyek yang menghasilkan konektivitas antara Indonesia, Thailand, dan Malaysia.

Salah satu proyek yang sudah disetujui, paparnya, interkoneksi listrik antara Malaysia (Malaka) dengan Pulau Sumatera (Pekan Baru) ditargetkan sudah selesai dibangun pada 2017, sehingga dapat mengatasi persoalan defisit listrik di Pulau Sumatera.

PLN dan TNB (Tenaga Nasional Berhard) telah sepakat membentuk tim kerjasama proyek, termasuk melakukan menyusun studi kelayakan bisnis, seperti survei kapal bawah laut dan proses tender pada 2012, sehingga pada 2013 pembangunan konstruksi dimulai.

Proyek pembangunan interkoneksi ini akan menjadi penghubung kedua negara, mengingat deficit listrik di Pulau Sumatera yang menjadi salah satu penghambat investasi, sementara terjadi kapasitas berlebih daya listrik yang dihasilkan oleh TNB di Malaka.

"Jalur interkoneksi ini juga dapat dimanfaatkan oleh Indonesia memasok listrik ke Malaysia, apabila produksi listrik dalam negeri berlebih. Pembangunan Interconection Power ini adalah yang terbaik yang sudah diputuskan IMT-GT Meeting dan sudah ada pembicaraan antara PLN dan TNB," ujar Dato' Haji Fauzi Naim, Ketua IMT-GT Malaysia.

Sementara itu, Plt Gubernur Sumatra Utara Gotot Pudjonugroho di depan para gubernur sub regional IMT-GT memaparkan pembangunan mega proyek Kluster Industri Kelapa Sawit Terpadu- Sei Simangke beserta infrastruktur pendukungnya untuk  memperoleh dukungan pembiayaan ADB.

Pada kesempatan itu, Gotot Pudjonugroho mengatakan pihaknya akan memanfaatkan fasilitas dari kerjasama IMT-GT. Untuk memperkuat kerjasama, dia berharap Medan dapat menjadi lokasi secretariat IMT-GT yang hingga saat ini belum dimiliki forum itu.(api)