Monday, January 2, 2012

RI Naik Rating, Investor Bidik Infrastruktur

Dengan investment grade, tahun ini akan mengalir investasi sebesar Rp280-290 triliun.

Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan

Antique, Sukirno | Senin, 2 Januari 2012, 13:18 WIB

VIVAnews - Menteri Perdagangan yang masih merangkap Kepala Badan Koordinasi Pasar Modal, Gita Wirjawan mengungkapkan, dengan diraihnya predikat investment grade akan banyak investor asing yang tertarik masuk ke Indonesia. Terutama, di sektor infrastruktur.

"Secara keseluruhan akan meningkat, investor asing sekarang ini sangat tertarik dengan proyek infrastruktur," kata Gita Wirjawan, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin 2 Januari 2011.

Gita menargetkan, dengan diraihnya investment grade, pada tahun ini akan mengalir investasi sebesar Rp280-290 triliun atau meningkat dari target 2011 yang diperkirakan mencapai Rp250 triliun. "Itu untuk penerimaan modal asing dan penerimaan modal dalam negeri," kata dia.

Sebelumnya, Deputi Kepala BKPM Bidang Promosi dan Penanaman Modal, Himawan Hariyoga, mengatakan target investasi meningkat sekitar 15 persen pada 2012 dapat mencapai Rp283,5 triliun dari target 2011 yang mencapai Rp240 triliun.

"Kalau di dalam rencana strategis Rp283,5 triliun. Sedangkan target akumulasi 2010-2014 target mencapai Rp1.629 triliun," kata Himawan Hariyoga, di Jakarta, belum lama ini.

Meskipun terjadi perlambatan ekonomi dunia, lanjut Himawan, BKPM tetap optimistis investasi pada 2012 akan meningkat karena investasi itu bersifat jangka panjang.

"Jadi, yang sudah berkomitmen untuk dan sudah jadi investasi, itu masih tetap jalan. Sekarang dampak yang diperkirakan di Indonesia dampak demand, berkurangnya permintaan dari Eropa," kata dia.

Sementara itu, penambahan investasi 2012, kata Himawan, BKPM telah melakukan promosi ke berbagai negara terutama untuk bidang infrastruktur dan energi. "Mereka berminat infrastruktur lebih jelas proyek-proyeknya. Kalau energi masih dalam penjajakan," kata dia. "Mungkin peningkatannya dari sumber-sumber yang semacam itu."

Target 2012, lanjut Himawan, masih menempatkan di tiga sektor utama, pertama dalam rangka ketahanan pangan, kedua sektor infrastruktur, dan ketiga proyek hilirisasi. "Tapi intinya semuanya ini, kita sadar tanpa infrastruktur tidak akan berjalan sehingga selalu itu yang kami prioritaskan," kata dia.

Dalam buku skema kerja sama swasta dan pemerintah (Public Privat Partnership/PPP) dari Bapenas, kata Himawan, daftar rinci proyek-proyek infrastruktur totalnya ada 79 proyek dengan nilai US$53,4 miliar. (umi)