Saturday, January 7, 2012

SGC Siapkan Investasi 1 Miliar Dolar AS ke Indonesia | Republika Online Mobile


REPUBLIKA.CO.ID,BANGKOK – Siam Cement Group Co. Ltd (SCG) bakal menggelontorkan dana senilai 1 hingga 2 miliar dolar AS untuk berinvestasi di Indonesia. Meski masih enggan menuturkan sektor mana yang bakal dimasuki lagi, perusahaan asal Thailand ini mengaku bakal membidik sejumlah segmen yang sesuai dengan bisnis utama SCG.

"Untuk investasi ke Indonesia di 2012, kita akan beri sekitar 1 hingga 2 miliar juta dolar AS," tegas Advisor and Indonesian Executive Director, Padungdej Indralak saat ditemui Republika Rabu (4/1) malam. Ia menuturkan angka ini bisa bertambah tergantung dengan proyek yang bakal dikerjakan.

SCG merupakan perusahaan asal Thailand yang fokus pada lima segmen bisnis. Perusahaan ini fokus ke bisnis petrokimia, semen, bahan bangunan lain, kertas dan distribusi logistik.

Sebelumnya, di Indonesia, SCG masuk melalui dua lini bisnis yakni petrokimia dan keramik. Untuk petrokimia, September 2011, perusahaan ini mengakuisisi 30 persen saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP) dengan nilai 450 juta dolar AS.

Sementara untuk keramik, perusahaan ini mengambil alih saham Keramika Indeonesia Assosiasi Tbk (KIA) dan Kokoh Inti Arebama Tbk. SCG membeli 100 persen saham keduanya dengan nilai masing-masing 200 juta dolar AS lebih.

Saat ini perusahaan ini juga tengah mencoba melebarkan bisnis petrokimia dengan mengakuisisi Sufindo Group. Meski demikian, hingga kini proses pembelian saham perusahaan ini belum menentukan titik temu.

"Petrokimia memiliki potensi besar di Indonesia," katanya. Ia berujar dari hasil survey yang pihaknya lakukan, untuk memenuhi kebutuhan petrokimia dalam negeri, Indonesai kerap melakukan impor.

Lagipula, menurutnya, bisnis ini sudah tak bisa lagi dilakukan di Thailand akibat bisnis yang sudah mentok.  "Kami juga melihat potensi mengakuisisi perusahaan kertas, jika ada yang tertarik," katanya.

Berdasarkan data kuartal ketiga 2011, SCG membukukan peningkatan pendapatan sebesar 25 persen atau sekitar 9,354 juta dolar AS, dibanding Desember 2010. Kenaikan volume dan harga produk di seluruh unit usaha menyebabkan ini terjadi.

Pendapatan yang melonjak membuat keuntungan perusahaan naik hingga 16 persen atau menjadi 802,6  juta dolar AS. Pertumbuhan SCG Cement dan SCG Chemicals juga menopang keuntungan perusahaan ini.

Di periode yang sama, khusus bisnis di pasar Asean kecuali Thailand, SCG mencatat pendapatan meningkat 14 persen atau menjadi 595 juta dolar AS. SCG membukukan total aset naik 12 persen atau menjadi 1,466 juta dolar AS.